Kopi Tafakkur
Satu sesap, aku kembali mengingat Bahwa kita hidup di atas sesuatu yang fana Tak ada yang abadi jika berbicara dunia Satu sesap berikutnya, aku teringat Bahwa perih ketika berharap pada manusia Paling dalam-dalamnya luka Satu sesap lagi, aku mengingat-ingat dengan kuat Bahwa kita terlahir atas kehendak-Nya Pun bersamaan dengan segala takdir yang telah digariskan-Nya Aku angkat lagi cangkir kopinya Untuk menyesap yang terakhir kalinya Puuehh. Tinggal ampasnya yang tersisa Selamat memaknai kopi, cinta Cirebon, 24 Januari 2020