Si Merugi
Kemana saja aku, 2 hari lagi ramadan akan pergi tapi baru sadar dan bangun dari lamunan dan tipuan yang begitu panjang ini.
2 hari lagi. Selama itu pula aku menjadi orang yang paling menyesal.
"Ramadan tahun ini kok lama sekali", kataku di malam kesepuluh ramadan. Sebab biasanya ketika sudah lewat satu pekan, ramadan akan terasa begitu cepat. Tapi kali ini tidak.
Seharusnya, dengan adanya pengakuan itu aku lekas memperbanyak interaksiku pada sang Maha. Sayangnya, aku lalai.
Aku kalah; telak.
Aku sibuk dengan pikiranku sendiri. Pikiran yang menolak baik-baik saja.
Pikiran yang sibuk mengulang-ulang sebuah pernyataan
"Masih begitu lama untuk menumpahkan rindu pada rumah dan semua penghuni di dalamnya".
Aku sibuk terlena. Terlalu asyik membayangkan kenyataan yang kurang menyenangkan itu.
Padahal, bayangan-bayangan (imajinasi) itulah yang akan menghancurkan kita.
Bagaimana tidak? Terkadang, ralat. Seringnya, kenyataan yang terjadi pada kita nanti, tak semenyeramkan dan semenyakitkan dari yang kita bayangkan. Yang ada di bayangan begini, yang jadi kenyataan ternyata begitu. Jadi, jalani saja tanpa harus sok-sokan menebak apa yang akan terjadi di hari kemudian.
Juga, yakinkan bahwa semua yang terjadi pada kita adalah sebaik-baik skenario dari Allah subhanahu wa ta'ala.
Sekarang.
Lihatlah.
Aku. Si merugi; si menyesal.
Semoga saja,
Tuhan masih berkenan untuk memberiku nafas hingga ramadan yang akan datang.
Semoga.
Cirebon, 11 Mei 2021 M - 29 Ramadan 1442 H

Amiiin, Semoga kita semua masih bisa bertemu ramadan selanjutnya.
BalasHapusKita semua hanya bisa berencana, namun hanya Allah yang menentukan hasilnya.
di paragraf ke 6 kalo gasalah, ada huruf yang keliru.
Amiin amiin.
HapusMatur suwun sudah mampir dan mengoreksi gus..
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus